Kamis, 13 Agustus 2015

Museum Monumen Pahlawan Pancasila Gelar "Paud Goes To Museum"



Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 70, Museum Monumen Pahlawan Pancasila menggelar “PAUD Goes To Museum”. Acara berlangsung pada hari Sabtu, 8 Agustus 2015  pk. 09.00-11.00wib, dihadiri oleh paud dari TPA Karya Sembada Minomartani yang merupakan paud binaan tim penggerak PKK Kabupaten Sleman. Selain dihadiri oleh peserta didik, pengasuh dan orangtuapun turut berpartisipasi.  Bapak Malis selaku educator dari museum bilang, “kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengenalkan anak tentang sejarah kepahlawanan khususnya pahlawan revolusi”. Pengajar TPA Medi Tuti bilang, “kegiatan ini bisa dijadikan kegiatan rutin bagi anak, selain mengenal pahlawan bangsa juga sebagai sarana hiburan”. 


Duta Museum DIY 2015 Putri Ana Nurani menambahkan “PAUD Goes To Museum” adalah salah satu program untuk mengenalkan museum kepada anak sejak dini (tentu saja disesuaikan usia mereka).  Kegiatan ini nantinya akan dilaksanakan secara reguler mengajak seluruh lembaga PAUD (gugus paud yang terdiri TK,KB,TPA,SPS) di DIY untuk datang ke museum sebagai salah satu kegiatannya, disamping itu duta museum juga akan berkunjung ke PAUD memberikan edukasi atau pengenalan kepada masyarakat khususnya guru paud apakah itu museum, sejarah, serta koleksi yang dimiliki)” dan menjadikan pembelajaran tentang museum menjadi salah satu materi pembelajaran menarik bagi anak. 


“PAUD Goes To Museum” selain anak, akan mengikuti kegiatan tur museum di Monumen Pahlawan Pancasila Kentungan, dengan dipandu educator, anak-anak juga melakukan kegiatan menyenangkan seperti mendengarkan dongeng tentang salah satu koleksi yang ada dimuseum , bernyanyi bersama, bermain alat musik seperti rebana dan angklung. 


Tur museum bertujuan untuk meningkatkan minat anak terhadap museum, meneladani sifat kepahlawan terlebih saat ini menjelang peringatan 17 Agustus hari kemerdakaan Republik Indonesia, serta mengembangkan kemampuan sosial anak. Dalam kegiatan ini sekaligus disosialisasikan lagu atau jingle “Museum di Hatiku” yang akan dilombakan di tingkat PAUD. 


Lomba jingle selain dapat diikuti oleh PAUD juga diperuntukkan bagi seluruh masyarakat umum dengan cara yang mudah yaitu dengan menyanyikan lagu “Museum Dihatiku” dan Sahabat Museum dapat mengunggahnya ke youtube, dengan hastag @DutaMuseumDIY #GoesToMuseum 

Inilah yang menjadi tantangan bagi seorang duta museum untuk mampu merubah paradigma berfikir masyarakat bahwa museum itu kuno tempat yang menyeramkan atau menakutkan, sehingga membuat orang enggan untuk berkunjung, akan tetapi museum monumen pahlawan pancasila misalnya, justru sebagai pengingat bagi kita akan jasa para pahlawan yang telah berjuang menegakkan Pancasila, sekaligus kita senantiasa berupaya  menauladani sikap keberanian rela berkorban para pahlawan untuk bangsa dan negara, memupuk semangat cinta tanah air, juga sebagai warning bagi kita agar selalu waspada dari segala bentuk bahaya laten yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dan negara, serta mengajak seluruh elemen masyarakat setia terhadap Pancasila memahami dan menghayatinya (ini yang perlu ditanamkan) Museum Monumen Pahlawan Pancasila sendiri terletak di Komplek Batalyon 403/Wirasada Pratista Kentungan Sleman diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1991 oleh KGPAA Paku Alam VIII selaku Gubernur DIY. 

Bangunan Monumen Pahlawan Pancasila bercorak arsitektur rumah tradisional Jawa (Joglo) yang dapat digunakan oleh siswa, mahasiswa saat MOS (Masa Orientasi Siswa), atau pembelajaran tentang pendidikan kewarganegaraan. Sedangkan Museum Monumen Pahlawan Pancasila sendiri menyajikan koleksi benda – benda bersejarah berupa koleksi bangunan dan koleksi Realia (benda asli), Replika (benda tiruan), relief, dan foto-foto sejarah, koleksi buku tentang perjuangan, serta pengunjung dapat berfoto didepan duplikat kendaraan zaman tersebut.  Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Museum Pahlawan Pancasila juga dilengkapi dengan fasilitas yang dapat dimanfaatkan sebagai ajang berbagai kegiatan olahraga, seni, budaya, dan ilmu pengetahuan.

Karena tersedia halaman Luar berupa halaman parkir yang luas, Halaman Dalam yang terdiri dari Monumen Pahlawan Pancasila, Taman dan Lapangan Sepak Bola (yang dapat digunakan untuk upacara maupun pentas musik). Ruangan yang terdapat didalam bangunan museum yang dapat dipakai sebagai ruang rapat, seminar, ceramah / diskusi, ataupun kegiatan lainnya. Selain itu dilokasi yang sama juga dapat dilakukan outbound baik bagi anak-anak maupun dewasa. 

Museum Monumen Pahlawan Pancasila Kentungan dibuka setiap hari Senin – Kamis 08.00 WIB – 14.00 WIB, Jum’at 08.00 WIB – 11.30 WIB, Sabtu 08.00 WIB – 13.00 WIB. Sedangkan di hari Minggu dan Libur Nasional Monumen Pahlawan Pancasila dapat digunakan dengan mengirimkan surat permohonan ijin kepada kepala Dinas Sosial Provinsi DIY. Nomor telpon yang dapat diakses adalah (0274)562319 atau (0274)376670.